NGAYOGYAKARTA – Gelaran Jakarta International Java Jazz Festival 2026 resmi berakhir setelah menghadirkan rangkaian pertunjukan musik selama tiga hari, 29 hingga 31 Mei 2026. Festival yang tahun ini digelar di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, tersebut kembali menyedot perhatian pecinta musik dari berbagai daerah, termasuk Yogyakarta.
Tak hanya menampilkan musisi jazz, Java Jazz Festival 2026 menghadirkan ragam genre musik yang menjangkau berbagai generasi penonton. Mulai dari jazz, soul, R&B, funk, pop hingga rock, seluruhnya berpadu dalam satu perhelatan yang berlangsung meriah sejak hari pertama.
Penampilan musisi asal Amerika Serikat, Jon Batiste, menjadi salah satu sorotan pada hari pembuka. Peraih Grammy Awards itu menyuguhkan pertunjukan energik yang memadukan kemampuan bermusik, vokal, dan improvisasi panggung. Malam pertama juga dimeriahkan oleh grup acid jazz asal Inggris, Incognito, yang sukses membangkitkan nostalgia para penikmat musik era 1990-an dan 2000-an.
Memasuki hari kedua, perhatian publik beralih kepada wave to earth. Grup indie asal Korea Selatan tersebut menjadi salah satu magnet terbesar festival tahun ini. Antusiasme penggemar terlihat sejak beberapa jam sebelum penampilan dimulai. Kehadiran mereka membuktikan bahwa Java Jazz kini tidak hanya menjadi rumah bagi jazz, tetapi juga ruang pertemuan berbagai warna musik modern yang digemari generasi muda.
Selain wave to earth, penyanyi R&B asal Inggris, Ella Mai, turut menghadirkan penampilan yang memikat. Lagu-lagu populernya sukses membuat ribuan penonton larut dalam suasana malam festival.
Sementara itu, hari terakhir menghadirkan salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan, yakni kembalinya Slank ke panggung Java Jazz setelah 17 tahun. Band legendaris Indonesia tersebut tampil melalui konsep “Slank Nge-Jazz” yang menawarkan nuansa berbeda dari biasanya.
Kaka dan personel Slank membawakan sejumlah lagu populer mereka dengan sentuhan aransemen jazz yang lebih segar. Penampilan tersebut semakin menarik berkat kolaborasi bersama penyanyi jazz senior Margie Segers yang mendapat sambutan hangat dari para penonton.
Tak kalah dinanti, penyanyi asal Kanada Daniel Caesar menjadi penampil utama pada malam penutupan. Kehadirannya berhasil menarik ribuan penggemar yang memadati area panggung hingga penghujung festival. Lagu-lagu hit yang dibawakannya menjadi penutup manis bagi perhelatan musik tahunan tersebut.
Java Jazz Festival 2026 kembali menunjukkan kemampuannya beradaptasi dengan perkembangan industri musik tanpa meninggalkan identitasnya. Dari musisi legendaris hingga bintang muda yang tengah naik daun, seluruhnya hadir dalam satu panggung yang mempertemukan berbagai generasi pencinta musik.
Kesuksesan penyelenggaraan tahun ini sekaligus mempertegas posisi Java Jazz sebagai salah satu festival musik paling bergengsi di Indonesia yang terus menjadi destinasi bagi penikmat musik dari berbagai daerah, termasuk Yogyakarta.
