YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat digitalisasi pelayanan publik dengan mengembangkan Aplikasi Sistem Informasi Administrasi Pengadaan (SIAP). Sistem yang terhubung dengan Jogja Smart Service (JSS) ini disiapkan untuk mempermudah proses pengadaan barang dan jasa di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus meningkatkan transparansi dan efisiensi kerja.
Sebagai bagian dari implementasi aplikasi tersebut, Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (BPBJ) Kota Yogyakarta menggelar Sosialisasi dan Bimbingan Teknis SIAP di Hotel Grand Zuri Yogyakarta, Kamis (11/6). Kegiatan ini diikuti 120 peserta dari berbagai OPD yang nantinya akan menjadi pengguna sistem.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Kadri Renggono, mengatakan SIAP dirancang untuk mendukung proses persiapan pengadaan secara elektronik sehingga seluruh tahapan dapat dipantau dan terdokumentasi dengan lebih baik.
Menurutnya, sistem ini memungkinkan pimpinan maupun perangkat daerah memonitor perkembangan pengadaan secara real time, mulai dari proses awal hingga penyelesaian paket pekerjaan. Kehadiran data yang tersusun rapi juga diharapkan membantu proses pengawasan dan pengambilan keputusan.
“Pengadaan barang dan jasa bukan hanya persoalan administrasi, tetapi menjadi bagian penting dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat dan pembangunan daerah,” ujarnya.
Kepala BPBJ Kota Yogyakarta, Joko Budi Prasetyo, menjelaskan aplikasi SIAP mengintegrasikan proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring hingga pelaporan dalam satu platform. Salah satu perubahan yang mulai diterapkan adalah pemindahan proses pelimpahan belanja ke menu Layanan Aplikasi Pengadaan di dalam JSS sehingga lebih mudah diakses oleh OPD.
Ia juga menyoroti manfaat digitalisasi dalam mengurangi penggunaan dokumen kertas. Selama ini, terutama pada proyek konstruksi, pelimpahan pekerjaan membutuhkan berkas fisik dalam jumlah besar. Dengan SIAP, dokumen dapat disimpan secara elektronik sehingga lebih praktis dan mendukung penerapan sistem kerja yang lebih ramah lingkungan.
Ketua Tim Kerja Pengelolaan LPSE Kota Yogyakarta, Nur Iswanto, menambahkan bahwa aplikasi ini mampu memangkas sejumlah tahapan administrasi manual. Proses yang sebelumnya dilakukan secara offline kini dapat dipantau secara online sehingga mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Dari sisi keamanan, seluruh data disimpan pada server Pemerintah Kota Yogyakarta yang dikembangkan oleh Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian. Ke depan, SIAP juga dirancang dapat terhubung dengan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) milik LKPP agar proses input data menjadi lebih sederhana.
Saat ini aplikasi masih memasuki tahap sosialisasi dan penyempurnaan. Pemkot Yogyakarta menargetkan SIAP dapat dioperasikan secara penuh pada triwulan IV 2026 sehingga seluruh OPD siap memanfaatkannya untuk mendukung kegiatan pengadaan tahun anggaran 2027 dengan sistem yang lebih modern, efektif, dan transparan.
