{"id":1101,"date":"2026-04-22T11:23:12","date_gmt":"2026-04-22T11:23:12","guid":{"rendered":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/?p=1101"},"modified":"2026-04-22T11:23:14","modified_gmt":"2026-04-22T11:23:14","slug":"sendratari-sugriwa-subali-visualisasikan-legenda-gua-kiskendo-dalam-pertunjukan-kolosal","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/2026\/04\/22\/sendratari-sugriwa-subali-visualisasikan-legenda-gua-kiskendo-dalam-pertunjukan-kolosal\/","title":{"rendered":"Sendratari Sugriwa Subali Visualisasikan Legenda Gua Kiskendo dalam Pertunjukan Kolosal"},"content":{"rendered":"\n<p><strong>Kulon Progo<\/strong> \u2013 Legenda Gua Kiskendo di Jatimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya dikenal melalui cerita tutur dan relief di dalam gua. Kisah tersebut juga dihadirkan dalam bentuk pertunjukan seni, yakni Sendratari Sugriwa Subali yang memadukan tari, tembang Jawa, dan iringan gamelan.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertunjukan ini mengangkat cerita dua tokoh wanara, Sugriwa dan Subali, yang merupakan bagian dari epos Ramayana karya Walmiki. Dalam kisahnya, keduanya mendapat tugas dari para dewa untuk menyelamatkan Dewi Tara dari cengkeraman Mahesasura dan Lembusura.<\/p>\n\n\n\n<p>Sendratari ditampilkan dalam format drama tanpa dialog, dengan alur cerita disampaikan melalui gerak tari para penari serta tembang yang dibawakan oleh waranggana dan wiraswara, diiringi tabuhan gamelan oleh para wiyaga.<\/p>\n\n\n\n<p>Pementasan biasanya digelar di panggung terbuka kawasan wisata Gua Kiskendo dengan latar tebing alami. Suasana alam tersebut memperkuat nuansa dramatik cerita yang ditampilkan.<\/p>\n\n\n\n<p>Alur pertunjukan diawali dengan adegan persembahan berupa arak-arakan gunungan hasil bumi yang diiringi tarian dayang. Pada bagian ini, interaksi dengan penonton terjadi ketika properti gunungan dilempar ke arah penonton, menciptakan suasana meriah sekaligus spontan.<\/p>\n\n\n\n<p>Cerita berlanjut pada perjalanan Sugriwa dan Subali menuju Gua Kiskendo untuk menghadapi Mahesasura dan Lembusura. Dalam versi pertunjukan, Subali digambarkan memiliki kesaktian Aji Pancasona yang membuatnya mampu menghadapi kedua musuh tersebut.<\/p>\n\n\n\n<p>Konflik utama muncul ketika Sugriwa menutup pintu gua karena mengira Subali telah tewas, setelah melihat cairan berwarna merah dan putih mengalir keluar. Keputusan tersebut memicu kesalahpahaman yang berujung pada perselisihan antara kedua saudara.<\/p>\n\n\n\n<p>Adegan klimaks ditandai dengan kemunculan Subali dari dalam gua melalui efek visual ledakan (njeblug), yang menjadi salah satu daya tarik pertunjukan. Konflik kemudian diselesaikan dengan hadirnya Bathara Narada yang melerai keduanya.<\/p>\n\n\n\n<p>Menurut catatan, durasi pertunjukan sekitar satu jam dan tidak seluruh detail legenda ditampilkan. Sendratari ini lebih menekankan pada inti konflik dan visualisasi dramatik cerita.<\/p>\n\n\n\n<p>Pertunjukan yang biasanya digelar secara berkala ini sempat tidak dipentaskan karena minimnya jumlah penonton. Meski demikian, Sendratari Sugriwa Subali dinilai memiliki potensi sebagai atraksi budaya unggulan di Kulon Progo.<\/p>\n\n\n\n<p>Dengan konsep panggung terbuka dan kekuatan narasi lokal, pertunjukan ini kerap dibandingkan dengan sendratari Ramayana di Prambanan, meskipun masih membutuhkan pengembangan dari sisi tata cahaya dan manajemen pertunjukan.<\/p>\n\n\n\n<p><strong>Sumber: YogYes.com (Dian Norras Septiana, 2015, diperbarui 23 Desember 2021)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kulon Progo \u2013 Legenda Gua Kiskendo di Jatimulyo, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, tidak hanya dikenal melalui<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":1102,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52,50],"tags":[],"post_badge":[],"class_list":["post-1101","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-event","category-kesenian"],"featured_image_urls":{"full":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali.jpg",620,410,false],"thumbnail":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali-150x150.jpg",150,150,true],"medium":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali-300x198.jpg",300,198,true],"medium_large":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali.jpg",620,410,false],"large":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali.jpg",620,410,false],"1536x1536":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali.jpg",620,410,false],"2048x2048":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali.jpg",620,410,false],"reviewnews-featured":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali.jpg",620,410,false],"reviewnews-large":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali.jpg",620,410,false],"reviewnews-medium":["https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/wp-content\/uploads\/2026\/04\/sendratari-subali-590x410.jpg",590,410,true]},"author_info":{"info":["jurnalis"]},"category_info":"<a href=\"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/category\/event\/\" rel=\"category tag\">Event<\/a> <a href=\"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/category\/kesenian\/\" rel=\"category tag\">Kesenian<\/a>","tag_info":"Kesenian","comment_count":"0","_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1101","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1101"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1101\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":1103,"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1101\/revisions\/1103"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/1102"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1101"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1101"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1101"},{"taxonomy":"post_badge","embeddable":true,"href":"https:\/\/kabarngayogyakarta.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/post_badge?post=1101"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}