CEO Citra Kreasi Data Paras Sujiwo saat mempresentasikan strategi medsos untuk organisasi (Foto: Citra Kreasi Data)
KABARNGAYOGYAKARTA– Peran media sosial dalam membangun citra organisasi terus mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya media sosial hanya dipandang sebagai ruang publikasi kegiatan, kini platform digital telah berkembang menjadi instrumen strategis dalam membangun komunikasi publik, reputasi lembaga, hingga kedekatan dengan audiens.
Hal tersebut menjadi salah satu fokus pembahasan dalam Pelatihan Media Sosial Dharma Wanita Persatuan (DWP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bertajuk “Beyond Posting: From Activity to Impact” yang digelar di Auditorium Gedung Manajemen KST B.J. Habibie, Serpong, Rabu (13/5/2026).
Dalam kegiatan itu, CEO Citra Kreasi Data, Paras Sujiwo, hadir sebagai narasumber utama. Ia membawakan materi seputar strategi komunikasi digital organisasi, penguatan branding kelembagaan, hingga perubahan pola pengelolaan media sosial di era digital saat ini.
Pelatihan tersebut dibuka oleh Ketua Penasehat DWP BRIN, Retna Widayawati, bersama Ketua DWP BRIN, Kumala Agus Haryono. Kegiatan diikuti sebanyak 124 peserta, terdiri dari 75 peserta luring dan 49 peserta daring.
Dalam pemaparannya, Paras menilai masih banyak organisasi yang memanfaatkan media sosial hanya sebatas dokumentasi kegiatan formal. Padahal, menurutnya, media sosial saat ini memiliki peran yang jauh lebih besar dalam membangun persepsi publik terhadap sebuah institusi.
“Media sosial organisasi harus memiliki arah komunikasi yang jelas. Bukan hanya aktif mengunggah kegiatan, tetapi juga mampu membangun identitas dan kedekatan dengan audiens,” ujarnya.
Ia menjelaskan, organisasi modern perlu memahami bahwa publik digital saat ini tidak hanya melihat seberapa aktif sebuah akun, tetapi juga bagaimana kualitas pesan, konsistensi visual, serta karakter komunikasi yang dibangun.
Karena itu, pengelolaan media sosial kelembagaan membutuhkan strategi yang lebih terukur dan profesional.
Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan sejumlah materi mulai dari perubahan mindset pengelolaan akun organisasi, peran strategis media sosial dalam penguatan citra institusi, hingga prinsip dasar pengelolaan akun kelembagaan yang efektif.
Tak hanya itu, Paras juga membahas strategi penyusunan konten esensial untuk media sosial organisasi agar lebih relevan dengan kebutuhan audiens digital saat ini.
Salah satu sesi yang cukup menarik perhatian peserta adalah evaluasi langsung terhadap akun Instagram existing milik DWP BRIN. Dalam sesi tersebut, peserta diajak melihat berbagai aspek penting dalam pengelolaan akun organisasi, mulai dari tampilan visual, pola penyampaian pesan, konsistensi branding, hingga efektivitas komunikasi konten.
Diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan seputar tantangan pengelolaan media sosial organisasi di tengah perubahan tren digital yang bergerak cepat.
Sebagai CEO Citra Kreasi Data, Paras dikenal aktif dalam pengembangan strategi komunikasi digital berbasis data, penguatan branding institusi, serta pengelolaan komunikasi organisasi di ruang digital.
Latar belakangnya sebagai entrepreneur, data scientist, dan teknokrat budaya membuat pendekatan komunikasi yang dibawanya tidak hanya menitikberatkan pada estetika media sosial, tetapi juga pada efektivitas pesan dan dampak komunikasi terhadap publik.
Melalui pelatihan tersebut, DWP BRIN berharap pengelolaan media sosial organisasi dapat berkembang menjadi lebih adaptif, profesional, dan mampu membangun reputasi positif di tengah dinamika komunikasi digital yang terus berkembang.
