MEDAN – Produk-produk unggulan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Kota Yogyakarta mendapat sambutan hangat dalam ajang Indonesia City Expo (ICE) 2026 yang digelar di Medan, Sumatera Utara. Pameran yang menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) itu menjadi panggung promosi bagi produk-produk khas dari berbagai daerah di Indonesia.
Stan Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menjadi salah satu yang ramai dikunjungi. Beragam produk khas seperti bakpia, batik, kain lurik, jumputan, ecoprint, hingga tas kulit menarik perhatian para kepala daerah, delegasi pemerintah, pendamping, dan masyarakat umum yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, bersama Ketua TP PKK Kota Yogyakarta, Dwikisworo Setyowireni, meninjau langsung stan Pemkot Yogyakarta. Keduanya menyapa para pelaku UMKM sekaligus menyaksikan antusiasme pengunjung yang terus berdatangan.
Hasto mengatakan, Indonesia City Expo menjadi momentum strategis bagi pelaku UMKM untuk memperluas jaringan usaha sekaligus memperkenalkan identitas dan kualitas produk lokal Yogyakarta kepada masyarakat yang lebih luas.
“Momentum seperti ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para pelaku UMKM. Jangan hanya fokus menjual produk, tetapi juga membangun relasi dan memperluas jaringan pemasaran,” kata Hasto.
Menurutnya, UMKM merupakan salah satu pilar penting dalam perekonomian daerah sehingga pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, promosi, serta perluasan akses pasar.
“Pemkot Yogyakarta ingin produk-produk lokal semakin dikenal dan memiliki daya saing yang kuat, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto, menjelaskan bahwa pihaknya membawa sembilan pelaku UMKM terbaik untuk mengikuti pameran tersebut. Seluruh peserta dipilih melalui proses kurasi dengan mempertimbangkan kualitas produk, kemasan, kapasitas produksi, dan kesiapan mengikuti pameran nasional.
Salah satu peserta, Mustofa, pemilik Bakpia Pathok 63, mengaku bersyukur dapat mewakili Kota Yogyakarta dalam ajang Indonesia City Expo 2026.
Ia mengungkapkan, minat pengunjung terhadap produk khas Jogja sangat tinggi. Dari 350 boks bakpia yang dibawa ke arena pameran, sebanyak 200 boks telah berhasil terjual.
“Ternyata peminatnya luar biasa. Semoga seluruh stok yang kami bawa bisa habis sebelum pameran selesai,” kata Mustofa.
Tingginya animo pengunjung tersebut menjadi sinyal positif bahwa produk-produk UMKM Kota Yogyakarta masih memiliki daya tarik yang kuat dan berpeluang menembus pasar yang lebih luas di masa mendatang.
