KOTA YOGYAKARTA – Kerja sama Kota Yogyakarta dengan Hluboka nad Vltavou di Republik Ceko menjadi salah satu contoh pengembangan hubungan sister city ke dalam sejumlah program konkret di bidang pendidikan, budaya, pariwisata, kepemudaan, dan ekonomi.
Kemitraan tersebut telah diisi dengan kunjungan budaya, pameran, pertukaran pendidikan antarsekolah, studi tata kelola pemerintahan, serta promosi produk UMKM dan destinasi pariwisata.
Pengalaman itu menjadi salah satu pijakan Pemerintah Kota Yogyakarta dalam memperkuat pengelolaan kerja sama luar negeri. Pembahasannya dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) Penguatan Tata Kelola Kerja Sama Luar Negeri Pemerintah Daerah di Ruang Yudistira Balai Kota Yogyakarta, Kamis (17/9/2026).
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan mengatakan hubungan dengan kota-kota luar negeri perlu menghasilkan daya ungkit bagi masyarakat dan daerah. Kesiapan pemerintah menjadi faktor penting agar kerja sama tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
“Ada peluang pertukaran pelajar, pembukaan pasar UMKM, hingga mendatangkan wisatawan dari kota-kota di luar negeri ke Yogyakarta,” ujar Wawan.
Selain Hluboka nad Vltavou, Kota Yogyakarta telah menjalin sister city dengan Gangbuk-gu di Korea Selatan, Baalbek di Lebanon, serta Commewijne di Suriname. Daerah Istimewa Yogyakarta juga memiliki kemitraan sister province dengan Prefektur Kyoto, Jepang.
Jejaring tersebut berpeluang diperluas ke bidang pengelolaan sampah dan limbah, tata kota, kesehatan, olahraga, pertanian dan perikanan perkotaan, hingga pengembangan smart city.
Kepala Bagian Perekonomian dan Kerja Sama Setda Kota Yogyakarta Danang Yulisaksono mengingatkan bahwa setiap tawaran kemitraan harus dilihat secara menyeluruh. Pemerintah daerah perlu mengkaji kepentingan para pihak, tujuan, manfaat, dan kemungkinan implikasinya.
Kajian lebih mendalam terutama diperlukan apabila kerja sama berkaitan dengan pendidikan, investasi, ketenagakerjaan, dan isu lain yang memiliki sensitivitas dalam hubungan internasional.
Sementara itu, Kepala Pusat Fasilitasi Kerja Sama Kementerian Dalam Negeri Ahmad Fajri mendorong pemerintah daerah meningkatkan kemampuan aparatur dan menerapkan mitigasi risiko.
Penguatan komitmen, sinkronisasi kebijakan, penggunaan platform digital, serta evaluasi berkala diperlukan agar setiap kerja sama tetap berjalan sesuai tujuan dan memberikan hasil yang dapat diukur.
