YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta mulai mengembangkan Warung Milik Rakyat (Wamira) sebagai model distribusi kebutuhan pokok berbasis masyarakat. Program yang dikelola Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) ini resmi diluncurkan di Giwangan, Jumat (22/5/2026), dengan target pengembangan hingga 14 titik pada 2026.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo mengatakan Wamira hadir sebagai pengembangan dari Kios Segoro Amarto yang sebelumnya beroperasi di pasar tradisional. Jika sebelumnya layanan terpusat di pasar, kini distribusi bahan pokok dibawa lebih dekat ke permukiman warga melalui koperasi kelurahan.
Menurut Hasto, keberadaan Wamira menjadi ruang usaha baru bagi Koperasi Merah Putih sekaligus memperluas peran koperasi dalam mendukung stabilitas harga pangan. Selama ini sejumlah KKMP di Kota Yogyakarta juga telah mengembangkan usaha lain, termasuk produksi batik Segoro Amarto Reborn untuk kebutuhan seragam ASN Pemkot Yogyakarta.
“Konsepnya sama seperti Segoro Amarto, tetapi sekarang hadir di tengah masyarakat dan dikelola Koperasi Merah Putih,” ujarnya.
Wamira menjual kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, minyak goreng, dan komoditas pangan lain dengan harga maksimal sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Skema ini dimungkinkan karena pasokan diperoleh langsung dari Bulog dan distributor besar, ditambah dukungan subsidi distribusi untuk menekan biaya.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta Kadri Renggono menyebut pada tahap awal, Pemkot Yogyakarta menyiapkan sekitar 5.000 kilogram komoditas bahan pokok untuk lima KKMP, disertai subsidi ongkos distribusi sebesar Rp2.000 per kilogram.
Lima KKMP yang telah bergabung dalam program Wamira yakni Giwangan, Purwokinanti, Cokrodiningratan, Prawirodirjan, dan Klitren. Seluruhnya diproyeksikan menjadi model awal pengembangan sebelum diperluas ke wilayah lain.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Yogyakarta Veronica Ambar Ismuwardani mengatakan pihaknya akan melakukan pengawasan terhadap stok dan harga, termasuk memastikan penjualan tetap sesuai HET. Pengelola juga diwajibkan menyampaikan laporan berkala dan menandatangani komitmen pengelolaan.
Sementara itu Ketua KKMP Giwangan Sudaryanto menyebut pihaknya menyiapkan modal awal sekitar Rp15 juta untuk operasional Wamira. Selain kebutuhan pokok, gerai tersebut juga menjual produk lokal hasil produksi anggota koperasi.
Ia menegaskan Wamira tidak ditujukan sebagai pesaing warung kecil, melainkan menjadi penghubung distribusi agar pedagang skala kecil tetap memiliki akses memperoleh bahan pokok dengan harga lebih terjangkau.
