YOGYAKARTA – Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) bersama Kamar Dagang dan Industri (KADIN) DIY resmi meluncurkan rangkaian kegiatan Jogja Halal Festival (JHF) #3 Tahun 2026. Peluncuran yang berlangsung di Ruang Bangsal Mataram, Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Kamis (30/7), menjadi penanda dimulainya kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat ekosistem ekonomi halal di Yogyakarta.
Ketua MES DIY, Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec., mengatakan Jogja Halal Festival terus menunjukkan perkembangan positif sejak pertama kali digelar. Pada penyelenggaraan perdana, festival berhasil menarik sekitar 33 ribu pengunjung, sementara edisi kedua mencatatkan peningkatan menjadi sekitar 37 ribu pengunjung.
Melihat tren tersebut, panitia menargetkan jumlah pengunjung yang jauh lebih besar pada JHF #3. Edy berharap festival ini mampu berkembang menjadi agenda ekonomi syariah bertaraf internasional yang membawa nama Yogyakarta semakin dikenal di kancah global.
“Kami ingin Jogja Halal Festival menjadi salah satu ikon pengembangan ekonomi syariah yang mampu menarik perhatian dunia,” ujarnya.
Perwakilan Ketua KADIN DIY yang hadir mewakili Gusti Kanjeng Ratu Mangkubumi menyampaikan bahwa sektor ekonomi halal memiliki prospek yang sangat menjanjikan. Menurutnya, momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperluas akses pasar bagi UMKM, meningkatkan kualitas produk lokal, serta memperkuat daya saing pelaku usaha Yogyakarta di pasar nasional maupun internasional.
Dukungan terhadap pengembangan ekosistem ekonomi syariah juga datang dari Bank Indonesia DIY. Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Sri Darmadi Sudibyo, menegaskan komitmen Bank Indonesia dalam mendukung sektor keuangan syariah sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan.
Sementara itu, Pemerintah DIY melalui jajaran Sekretariat Daerah turut menekankan pentingnya pengembangan destinasi wisata ramah muslim. Peningkatan kualitas layanan bagi wisatawan muslim dinilai akan memperkuat sektor pariwisata sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Melalui Jogja Halal Festival #3, sinergi antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan, akademisi, serta dunia usaha diharapkan mampu mempercepat pengembangan ekonomi halal di DIY. Festival ini juga menjadi bagian dari upaya menjadikan Yogyakarta sebagai salah satu pusat ekonomi syariah dan destinasi wisata halal yang semakin kompetitif di tingkat nasional maupun internasional.
