YOGYAKARTA – Peringatan Hari Ulang Tahun ke-270 Kota Yogyakarta turut disemarakkan melalui Bakpia Day ke-14 yang menghadirkan karnaval lintas budaya di kawasan Pathuk, Ngampilan, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan tersebut mempertemukan kekhasan kuliner lokal dengan keragaman budaya yang ditampilkan masyarakat dari 13 RW.
Paguyuban pengusaha bakpia Pathuk bersama warga Kelurahan Ngampilan menyelenggarakan karnaval di sepanjang Jalan KS Tubun. Rombongan peserta bergerak hingga lahan bekas pabrik tegel di Pathuk dengan membawa dua gunungan yang tersusun dari ribuan bakpia.
Gunungan lanang dan wadon menjadi bagian dari iring-iringan yang turut dimeriahkan atraksi naga serta barongsai. Sementara itu, kontingen RW hadir dengan representasi budaya Jawa, Tionghoa, Betawi, Bali, Sunda, Sasak, dan Minangkabau.
Setibanya di lokasi kegiatan, setiap RW menampilkan tarian sesuai dengan budaya yang dibawakan. Hujan yang sempat turun tidak menyurutkan semangat warga untuk mengikuti karnaval dan rangkaian penampilan tersebut.
Ketua Panitia Bakpia Day ke-14, Dimaz Arifin Hamsyah, menjelaskan bahwa hampir 1.000 warga Ngampilan terlibat sebagai peserta karnaval. Mereka berasal dari perwakilan 13 RW di kelurahan tersebut.
Lurah Ngampilan, Istikhomah, menyebutkan bahwa rangkaian Bakpia Day tahun ini menyediakan sekitar 27.000 bakpia untuk dibagikan secara gratis. Jumlah tersebut dikaitkan dengan usia ke-270 Kota Yogyakarta.
Puluhan ribu bakpia itu berasal dari sumbangan 150 usaha kecil dan menengah bakpia di Pathuk. Pembagiannya dilakukan melalui kegiatan rayahan gunungan, Andum Rasa, serta podcast yang menjadi bagian dari rangkaian acara.
Mengangkat tema Authentic Taste Of Pathuk, penyelenggara menempatkan kebersamaan masyarakat sebagai salah satu pesan utama. Istikhomah menjelaskan bahwa makna rasa dalam tema tersebut tidak hanya merujuk pada varian bakpia, tetapi juga hubungan antarwarga Ngampilan.
Keterlibatan pengusaha dan masyarakat diharapkan dapat terus mendukung perkembangan kawasan Pathuk. Istikhomah menginginkan bakpia tetap dikenal sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta sekaligus membuat sentra Bakpia Pathuk semakin ramai.
Dimaz menambahkan, Bakpia Day merupakan momentum untuk memperkuat pengenalan Pathuk sebagai sentra industri bakpia, terutama di tengah pertumbuhan usaha sejenis di berbagai wilayah lainnya.
Menurutnya, pembagian bakpia secara langsung menjadi sarana untuk memperkenalkan cita rasa otentik produk Pathuk kepada masyarakat. Jumlah yang dibagikan tahun ini meningkat dari sekitar 15.000 bakpia pada penyelenggaraan sebelumnya.
Melalui rangkaian tersebut, Bakpia Day diharapkan mendukung promosi kawasan Ngampilan sebagai tujuan kunjungan kuliner sekaligus memperkuat kebersamaan masyarakat dalam perayaan hari jadi Kota Yogyakarta.
