YOGYAKARTA – Peluang membawa karya seni hingga Kyoto, Jepang, terbuka bagi pelajar Kota Yogyakarta melalui Lomba Lukis DIY-Kyoto 2026. Sebanyak 200 pelajar mengikuti tahapan tingkat kota yang digelar di Taman Pintar Yogyakarta, Sabtu (22/8/2026).
Mereka merupakan peserta terpilih dari 317 pendaftar yang berasal dari jenjang TK, SD, SMP dan SMA. Sebanyak 20 karya terbaik nantinya akan dibawa ke tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta sebelum diseleksi kembali untuk dikirim ke Kyoto.
Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta Yetti Martanti mengatakan peningkatan jumlah peserta terlihat cukup signifikan tahun ini, terutama pada kategori SMP dan SMA.
Menurut Yetti, tema “Lingkungan: Aku, Dia dan Mereka” dipilih untuk mengajak pelajar melihat hubungan antara diri sendiri, orang lain, serta berbagai unsur lingkungan sebagai satu kesatuan.
“Aku” menggambarkan pengalaman dan kebiasaan pribadi, “Dia” mewakili orang lain maupun unsur lingkungan seperti tumbuhan dan hewan, sementara “Mereka” mencerminkan seluruh makhluk hidup yang saling terhubung.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan yang membuka kegiatan tersebut menilai lomba lukis menjadi bagian dari upaya pembinaan seni dan budaya sejak usia dini.
Selain mengembangkan kemampuan melukis, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kepedulian generasi muda terhadap persoalan lingkungan. Wawan juga mengaitkannya dengan program Masyarakat Jogja Olah Sampah atau Mas JOS yang sedang didorong pemerintah kota.
Ia meminta para orang tua memberikan ruang bagi anak untuk berkembang dan tetap mendukung mereka meskipun belum meraih hasil terbaik dalam kompetisi.
Peserta kategori SMP, Elzahida Reine Falah, menjadi salah satu pelajar yang mencoba menggabungkan identitas Yogyakarta dan Kyoto dalam karyanya.
Melalui lukisan “Aku di Tengah Kota yang Sibuk”, ia menghadirkan Tugu Yogyakarta serta pepohonan yang dibayangkannya mewakili suasana Kyoto.
Elza berharap karyanya dapat bertahan dalam proses seleksi dan melangkah hingga ke Jepang.
