YOGYAKARTA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus memperkuat ekosistem bersepeda sebagai bagian dari upaya mewujudkan transportasi perkotaan yang aman, sehat, dan berkelanjutan. Dukungan diberikan melalui penyediaan infrastruktur sekaligus membangun kolaborasi dengan komunitas pesepeda.
Budaya bersepeda di Kota Yogyakarta selama ini terus berkembang. Sepeda tidak hanya dimanfaatkan masyarakat sebagai moda transportasi untuk aktivitas sehari-hari, tetapi juga menjadi sarana interaksi sosial melalui berbagai komunitas, salah satunya Jogja Last Friday Ride (JLFR).
Untuk menunjang aktivitas tersebut, Pemkot Yogyakarta telah menyediakan fasilitas bagi pesepeda di berbagai kawasan. Saat ini tercatat sebanyak 65 ruas jalan telah dilengkapi lajur sepeda.
Selain itu, terdapat 152 ruang tunggu sepeda atau bike box yang tersedia di sejumlah persimpangan. Pemkot Yogyakarta juga telah memasang 421 rambu jalur alternatif sepeda yang tersebar di berbagai titik.
Keberadaan infrastruktur tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keamanan masyarakat dalam menggunakan sepeda. Pada saat yang sama, ruang jalan tetap dapat dimanfaatkan secara tertib oleh pejalan kaki maupun pengguna kendaraan lainnya.
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo menegaskan, pemerintah berkomitmen memfasilitasi dan membersamai komunitas pesepeda, termasuk JLFR. Menurutnya, pengaturan aktivitas bersepeda bukan dimaksudkan untuk membatasi kegiatan masyarakat.
“Pemerintah hadir untuk memfasilitasi dan mengatur agar semua pengguna jalan, baik pesepeda, pejalan kaki maupun pengguna kendaraan lainnya, dapat sama-sama merasa nyaman,” ujar Hasto, Senin (20/7/2026).
Pemkot Yogyakarta juga tengah menyiapkan pola pengaturan yang lebih kolaboratif, terutama untuk kegiatan bersepeda yang melibatkan ribuan peserta. Pengaturan mencakup arus kedatangan peserta hingga pemanfaatan lajur jalan agar tidak terjadi kepadatan di titik-titik tertentu.
“Kota Yogyakarta menerima pesepeda, kita ingin semua merasa disambut dan bisa menikmati kota ini bersama-sama,” katanya.
Menurut Hasto, kolaborasi pemerintah dan komunitas menjadi kunci agar budaya bersepeda terus berkembang. Sinergi tersebut sekaligus diharapkan memperkuat Yogyakarta sebagai kota ramah pesepeda dengan ruang jalan yang aman dan nyaman bagi semua.
