SEMARANG – Wakil Wali Kota Surakarta Astrid Widayani menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan bagi pelaku UMKM agar promosi melalui pameran dapat menghasilkan perluasan pasar dan pertumbuhan usaha secara nyata.
Pernyataan itu disampaikan Astrid ketika menghadiri pameran UMKM dalam rangka HUT ke-81 Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Gubernur dan DPRD Jawa Tengah, Kamis (20/8/2026).
Menurut Astrid, pameran merupakan pintu masuk untuk mempertemukan produk lokal dengan konsumen dan calon mitra usaha. Namun, hasil pertemuan tersebut harus diteruskan melalui kolaborasi, pemasaran, penguatan kualitas produk, dan pendampingan.
“Setelah bertemu, dikenal, dan mendapatkan pasar, harus ada tindak lanjut berupa kolaborasi, pemasaran yang lebih luas, serta pendampingan agar pelaku UMKM benar-benar bisa berkembang,” katanya.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyebut UMKM sebagai urat nadi perekonomian daerah. Jawa Tengah tercatat memiliki hampir 4,8 juta UMKM yang tersebar di 35 kabupaten dan kota.
Pada triwulan I 2026, Dinas Koperasi dan UKM Jawa Tengah membina 199.781 UMKM, bertambah 1.001 unit dibandingkan tahun sebelumnya. Keseluruhan UMKM binaan tersebut mampu menyerap sekitar 1,38 juta tenaga kerja.
Astrid menilai arah pembinaan tersebut sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Surakarta memperkuat ekonomi kreatif dan pemberdayaan masyarakat.
Dalam pameran itu, Surakarta menampilkan produk batik, karya Sanggar Seni Gogon, serta kuliner khas seperti tengkleng dan nasi liwet. Produk tersebut dipromosikan tidak hanya sebagai komoditas ekonomi, tetapi juga sebagai representasi identitas budaya Kota Solo.
Pameran yang berlangsung pada 20–22 Agustus 2026 tersebut diikuti lebih dari 100 tenant. Peserta berasal dari Jawa Tengah serta sejumlah provinsi lain, termasuk Jawa Timur, Sumatera Barat, Banten, dan Lampung.
Astrid berharap jejaring yang terbentuk selama pameran dapat menjadi dasar pengembangan pasar dan kerja sama antardaerah dalam jangka panjang.
